081211029060

Salah satu kekhawatiran utama pasca aborsi atau kuret adalah kemungkinan hamil kembali setelah aborsi. Apa pengaruh terhadap kehamilan berikutnya. Karena memang aborsi adalah prosedur yang bertolak belakang dengan kehamilan, wajar jika timbul pemikiran aborsi mempengaruhi fertilitas.

hamil kembali setelah aborsi

Saat ini aborsi bedah yang dilakukan di klinik aborsi legal yang memiliki tenaga dokter spesialis handal dan fasilitas yang memenuhi standar dinyatakan sangat aman dan tidak berpengaruh pada kehamilan selanjutnya. Persentase kemungkinan terjadinya kerusakan serviks dan uterus biasanya sangat kecil dan bahkan mendekati angka nol. Lain halnya jika aborsi bedah dilakukan di klinik illegal dan dokter yang tidak memiliki kompetensi dalam menangani aborsi.

Jika Anda memilih untuk aborsi dengan obat-obatan hal yang harus Anda perhatikan adalah sisa jaringan fetus yang bisa tertinggal dari kehamilan sebelumnya. Hal ini dapat menjadi kendala serius bagi perencanaan kehamilan mendatang.

Perencanaan Untuk Hamil Kembali

Berapa lama Anda dapat hamil kembali? Pasca aborsi tubuh akan memulai ulang siklus ovulasi yang baru dari hari pertama. Mulai dari pelepasan sel telur oleh ovarium, lama waktu yang dibutuhkan untuk sebuah proses ovulasi adalah 14 – 28 hari.

Jadi secara teknis reproduksi, Anda sudah dapat hamil kembali setelah memasuki masa subur. Namun kebanyakan pasien disarankan berhubungan tanpa alat kontrasepsi paling cepat 4 – 6 minggu sesudah aborsi atau kuret.

Ini agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri dari perubahan hormon yang drastis.

Jika secara mental dan fisik Anda sudah siap untuk hamil, lakukan langkah-langkah ini agar kehamilan Anda berikutnya bisa maksimal :

  1. Periksakan sistem reproduksi Anda

Fasilitas medis yang modern sekarang ini dapat menjamin proses aborsi yang sangat aman. Hampir tidak ada kasus infeksi atau kerusakan organ internal pada tindakan aborsi yang legal. Meski begitu, tidak ada salahnya jika Anda menghubungi dokter spesialis kepercayaan Anda untuk memeriksa apakah sistem reproduksi Anda sudah memungkinkan untuk hamil kembali.

  1. Waspadai hamil setelah aborsi berulang

Aborsi berulang dapat melemahkan serviks. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena Anda dapat menguatkannya melalui beberapa latihan fisik seperti senam kegel. Latihan fisik seperti ini secara rutin dan teratur dapat membantu memperkuat uterus. Jika kondisi serviks terlalu lemah untuk hamil, dokter spesialis akan menjahit dinding uterus agar posisi fetus atau bayi tidak bergeser.

  1. Tidak perlu terburu-buru

Hamil terlalu cepat pasca aborsi akan cukup beresiko karena memaksa uterus bekerja terlalu keras. Kombinasi obat-obatan, kontraksi, dan pendarahan akan melemahkan fisik dan mental Anda.

  1. Gunakan kontrasepsi

Jangan takut untuk berhubungan dengan pasangan Anda. Jika Anda masih belum siap untuk hamil, alat kontrasepsi adalah pilihan yang paling tepat. Jauhkan Pil KB untuk sementara waktu karena perubahan hormon yang terlalu cepat dapat melemahkan sistem reproduksi.

  1. Konsultasi rutin ke dokter spesialis

Tidak semua perempuan memiliki sistem reproduksi yang sama. Jangan hanya mempercayai informasi dari sahabat atau mereka yang sudah pernah menjalani aborsi. Pastikan bahwa Anda sudah mendapat persetujuan dari dokter spesialis kandungan sebelum memulai kehamilan.

  1. Jangan ragu menggunakan fasilitas bantuan kehamilan

Beberapa perempuan dapat mengalami kesulitan hamil pasca aborsi. Ini bukan hal yang aneh. Meski tidak ada kejanggalan pada diagnosa dokter tetapi sistem kerja tubuh sewaktu-waktu sulit untuk diprediksi. Beberapa prosedur untuk menangani ketidaksuburan seperti bayi tabung atau Inseminasi Intrauterine (IUI) dapat mengatasi masalah ini.