081211029060

Menggugurkan kandungan bukanlah perkara gampang. Banyak sekali cara gugurin kandungan yang tersedia di internet. Kebanyakan adalah dengan obat, dengan nanas dan dengan ramuan jamu peluntur. Tapi apakah semua cara-cara aborsi itu efektif?

Jika metode yang Anda baca benar efektif, lalu mengapa banyak pasien yang datang ke Klinik Aborsi Jakarta untuk mendapatkan layanan aborsi tuntas setelah gagal menggunakan cara-cara aborsi seperti itu?

Saat Anda mencari cara menggugurkan kandungan yang mudah dan bisa dilakukan sendiri, pasti yang muncul rekomendasinya adalah dengan nanas, dengan obat-obatan penggugur, jamu peluntur kandungan, dan lain sebagainya.

Ketika aborsi anda tidak tuntas setelah menggunakan cara-cara aborsi diatas, kemudian anda ditangani secara medis untuk membersihkan sisa konsepsi yang tertinggal, tahukah anda bahwa itu justru akan mempersulit prosesnya? Janin kemungkinan besar sudah menempel di dinding-dinding Rahim akibat aborsi yang gagal tersebut.

Anda bisa melihat disini : Metode Aborsi dengan Dokter Spesialis

Apakah anda pernah berfikir apa akibat dari tindakan aborsi yang tidak bersih dan tuntas?

Faktanya menurut data Institut Guttmacher, angka kematian akibat aborsi yang tidak aman di Indonesia mencapai 14% – 16% dari kematian kehamilan di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Dan yang dimaksud aborsi tidak aman adalah aborsi dengan obat-obatan tanpa resep dokter (ilegal), aborsi di tempat-tempat yang illegal spt dukun beranak/bidan, dan aborsi dengan ramuan-ramuan.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat kebenaran mitos yang ada sekarang menurut sudut pandang medis.

nanas untuk menggugurkan kandunganMITOS : Buah nanas dapat menggugurkan kandungan

FAKTA : Nanas dianggap sebagai salah satu obat penggugur alami karena adanya zat bromelain. Mitos ini muncul karena bromelain dapat menghancurkan protein, sedangkan embrio sendiri terdiri dari susunan protein. Namun yang tidak diketahui adalah embrio berkembang dengan pesat dalam hitungan minggu, bahkan hari! Nanas dalam porsi satu mangkok kecil justru memberikan nutrisi yang dibutuhkan janin untuk bertumbuh dengan sehat.

 MITOS : Buah nanas dan durian setelah difermentasi mengandung alkohol yang dapat menyebabkan keguguran

FAKTA : Dr. Fergus McCarthy dan para ahli internasional pernah meneliti 5.628 kelahiran di rumah sakit dan klinik untuk mengetahui angka konsumsi alkohol dan resiko-resikonya. Hasilnya lebih dari setengah perempuan yang didata mengaku mengkonsumsi alkohol saat hamil sampai usia kehamilan 3 bulan dimana 19% mengaku meminum alkohol sekali-sekali, 25% mengkonsumsi 3 sampai 7 gelas wine dalam seminggu, dan 15% meminum 7 gelas wine dalam seminggu.

Tidak ada yang menyangkal konsumsi alkohol pada masa hamil sangat berbahaya. Yang tidak diketahui adalah resiko yang mungkin terjadi bukan saja keguguran, tetapi juga Sindrom Alkohol Janin (Fetal Alcohol Syndrome) yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, lahir di bawah berat sewajarnya, cacat fisik bayi, dan keterbelakangan dibandingkan anak lain seumuran.

Jadi bayangkan saja jika alih-alih keguguran, Anda malah melahirkan anak yang cacat seumur hidup jika mencoba cara ini.

 

ramuan jamu penggugur kandunganMITOS : Jamu penggugur kandungan dapat melancarkan haid dan menggugurkan kandungan pada kehamilan awal

FAKTA : Jamu-jamu atau obat-obatan herbal semacam ini dapat memaksa perempuan berkontraksi dengan hebat dan menyebabkan keguguran. Tetapi keguguran ini bukan keguguran yang sempurna. Anda beresiko meninggalkan sisa jaringan kehamilan sebelumnya. Perlu diingat kondisi ini dapat menyebabkan kondisi gawat darurat yang membahayakan nyawa.

Infeksi serius dari aborsi yang tidak sempurna adalah penyumbang terbesar angka kematian aborsi.  Dalam beberapa kasus keguguran akibat obat-obatan herbal dan jamu, bahkan placenta masih tetap tertinggal di dalam rahim.

Selain itu ‘manfaat’ melancarkan haid seperti yang banyak diiklankan oleh produk-produk ini sebenarnya adalah kondisi pendarahan hebat yang tidak terkontrol.

 

pil untuk aborsiMITOS : Cytotec (Misoprostol) dan Mifepristone adalah obat aborsi legal yang sudah memiliki izin Depkes / Dinkes

FAKTA : Jika Anda percaya bahwa Indonesia sudah secara legal menjual belikan obat aborsi… selamat, Anda adalah satu dari sekian banyak orang yang tertipu. Izin peredaran obat dan makanan tidak diperoleh dari Dinkes atau Depkes, melainkan dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Ini jelas tercantum dalam salah satu fungsi kerja atau tanggung jawab BPOM yaitu : Pelaksanaan sertifikasi produk dan sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan ; dan juga pelaksanaan intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

Jadi jelas, izin produk-obat-obatan tertinggi dan indikasi kelayakan untuk beredar bukan dari Dinkes atau Depkes.

Mengenai penjualan obat aborsi yang marak beredar secara online, BPOM telah mengklarifikasi melalui situs resmi www.pom.go.id (mungkin setelah ini akan muncul banyak website yang mengatasnamakan BPOM) :

  • Cytotec (misoprostol) dan Gastrul yang merupakan obat dengan zat aktif Misoprostol terdaftar di Badan POM dengan indikasi sebagai obat tukak lambung
  • Mifeprex merupakan obat dengan zat aktif Mifepristone dan tidak terdaftar di Badan POM, dengan indikasi penggunaannya untuk kontrol hiperglikemi karena hiperkortisol

BPOM tidak pernah memberikan sertifikasi untuk Cytotec sebagai obat aborsi. Sedangkan Mifeprex atau Mifepristone sama sekali tidak memiliki izin peredaran.

Mungkin pertanyaan Anda akan selanjutnya kalau memang ilegal, kenapa banyak website yang menjual obat aborsi? Jawabannya, BPOM sudah lama bekerja sama dengan Organisasi terkait untuk memberantas penjual-penjual obat palsu atau mereka yang menjual obat yang diklaim sebagai obat aborsi, padahal tidak disertifikasi untuk itu.

Bahkan Misoprostol dan Mifepristone sendiri hanya memiliki tingkat keberhasilan 60% – 90%. Banyak dari mereka yang mengkonsumsi obat seperti ini mengalami infeksi serius dan tetap harus dilarikan ke rumah sakit atau klinik karena kondisi medis gawat darurat dan membahayakan nyawa.

Bagaimana cara mendapatkan layanan aborsi yang resmi, aman, dan tuntas?

Hanya ada satu cara untuk melakukan aborsi secara legal dan aman. Penyelenggara aborsi yang diakui oleh negara adalah klinik dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang memenuhi syarat menteri dan memiliki staf medis dokter spesialis kandungan (SpOG).

Artinya hanya klinik aborsi resmi yang diakui pemerintah yang dapat melakukan tindakan aborsi. Melakukan aborsi dengan bantuan bidan atau dukun beranak memiliki resiko komplikasi yang besar jika tidak resiko kematian.

Dari data yang diperoleh dari Institut Guttmacher, 130 dari 1.000 perempuan di Asia Tenggara dirawat di rumah sakit atau klinik akibat komplikasi aborsi yang tidak sempurna. Di Indonesia terutama area-area pinggir, angka perbandingan ini diyakini jauh lebih besar. Pijat dan jamu dari bidan atau dukun beranak tidak dapat memastikan bahwa rahim sudah bersih dari jaringan kehamilan.

Sebaiknya jangan tunggu sampai terjadi komplikasi untuk datang ke klinik aborsi resmi.

Banyak sekali klinik yang mengaku resmi, aman dan menjanjikan privasi. Cara membedakan klinik resmi dan tidak resmi (ilegal) cukup gampang. Sebuah klinik yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah di atas pasti memiliki izin pendirian klinik dari Dinas Kesehatan atau Pemerintah Kota setempat.

Begitu pun dengan staf medisnya harus terdiri dari tim medis profesional seperti : dokter spesialis, perawat, penanggung jawab berprofesi medis yang masih memiliki Surat Izin Praktek (SIP) yang masih berlaku.

Semua itu bisa Anda dapatkan di Pusat Klinik Aborsi [tentang kami].

Klinik kami menyediakan berbagai opsi aborsi sesuai dengan standar yang sudah dianjurkan oleh WHO (World Health Organization). Beberapa di antaranya adalah : metode Vakum Aspirasi dan Dilatasi & Kuretase (D&C). Dilakukan oleh dokter spesialis kandungan (Obgyn).

Semua tindakan ini jika didukung oleh prasarana dan fasilitas yang modern dan teruji secara klinis adalah salah satu prosedur medis yang sangat aman. Tingkat komplikasi di klinik resmi yang memenuhi standar sangat kecil, yaitu di bawah 1 dari 100.000 tindakan.

Bahkan sebagai salah satu fungsi klinik aborsi, tidak jarang kami menyelesaikan berbagai permasalahan pasien yang sebelumnya mengalami kondisi serius akibat metode-metode aborsi yang salah.

Selain itu untuk menjamin aborsi yang aman dan tuntas, kami menyediakan konsultasi bagi pasien pasca aborsi melalui kontak dokter yang menangani. Sehingga keluhan pasca tindakan aborsi dapat dimonitor dan dikonsultasikan sebagai jaminan kesehatan dari Klinik.