081211029060

Seperti pada tindakan bedah lainnya, pengadministrasian anestesi umum (bius total) dilakukan melalui injeksi intravena agar agen atau obat anestesi bekerja lebih cepat. Pemberian anestesi umum bisa dilakukan pada tindakan aborsi trimester awal maupun akhir. Namun lebih sering dan lebih cocok digunakan terutama pada metode aborsi kuret.

bius total untuk aborsi

Tindakan kuret diperlukan jika ada jaringan tersisa dalam rahim yang tidak dapat dihisap oleh vakum. Tanpa pemakaian anestesi, prosedur ini memiliki skor rasa sakit yang lebih dibanding vakum. Secara keseluruhan, pemilihan jenis anestesi ditentukan oleh dokter obgyn, dokter anestesi dan berdasarkan pilihan pasien.

Kelebihan Bius Total Dalam Aborsi

Faktor pendorong terbesar bagi pasien untuk memilih anestesi umum adalah rasa sakit. Injeksi anestesi serviks tidak menghilangkan rasa sakit secara keseluruhan. Bagi beberapa yang tidak merasakan sakit, biasanya mengalami keram dan ketidaknyamanan.

Hal ini tidak akan Anda rasakan dengan anestesi umum. Pemilihan anestesi umum untuk aborsi bisa dikatakan penyerahan sepenuhnya kepada tim medis bertugas. Anda tidak dapat melihat atau merasakan apapun selama proses aborsi berjalan.

Saat Anda tersadar, proses aborsi sudah selesai dengan baik. Penggunaan bius total sangat disarankan untuk pasien yang sensitif terhadap rangsangan rasa sakit.

Rasa takut, gelisah dan ketidaknyamanan pasien sebelum atau selama aborsi berjalan juga menjadi pertimbangan dokter dalam penentuan jenis anestesi.

Sebuah studi yang dilakukan Dr. Jakobbson asal Swedia di tahun 1990 meneliti 101 perempuan yang menjalani terminasi kehamilan di bawah pengaruh anestesi lokal atau regional. Hasilnya 52 orang tidak merasakan sakit. 20 pasien merasakan ketidaknyamanan pada perut, 19 pasien khawatir, 9 merasa ketakutan, dan 22 merasakan sakit. Rasa sakit dan takut dapat menyebabkan pasien tidak kooperatif. Jika tidak ada pilihan, dokter bisa saja menyarankan untuk beralih ke anestesi umum di tengah tindakan.

Jika melihat dari sudut pandang tim medis yang terdiri dari dokter obgyn, dokter anestesi dan dokter bedah, menurut jurnal Organisasi Internasional Riset Ilmiah (IOSR Journal) 60% tim medis mendukung penggunaan anestesi lokal dalam aborsi, 25% mendukung anestesi total, 4% lebih condong ke pemakaian obat penenang, dan hanya 1% yang memilih anestesi regional. Hal ini dipengaruhi oleh efektivitas dan efisiensi serta keamanan saat tindakan.

Kekurangan Bius Total Untuk Aborsi

Tidak bisa dipungkiri bahwa anestesi umum memiliki beberapa kelemahan. Mulai dari masalah mendasar seperti biaya yang lebih mahal, punya beberapa efek samping, sampai dengan masa pemulihan yang lebih lama dapat menjadi pertimbangan Anda sebelum memutuskan pilihan.

Beberapa pasien dapat merasakan efek samping seperti regurgitasi, mual, muntah atau pusing setelah tersadar dari anestesi umum. Namun biasanya ini hanya akan bertahan selama beberapa jam. Jika Anda merasakan efek samping ini, sampaikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Jika dibandingkan dengan prosedur yang menggunakan anestesi lokal, anestesi umum biasanya berjalan lebih lama karena melibatkan konseling dan pemeriksaan dengan dokter anestesi sebelum tindakan. Dokter anestesi harus memperhitungkan faktor-faktor seperti berat badan, kesehatan, dan ada tidaknya indikasi alergi pada jenis anestesi tertentu.

Perbandingan masa pemulihan anestesi umum (bius total) dengan anestesi lokal cukup signifikan. Pasien anestesi umum harus menunggu beberapa jam sebelum diperbolehkan pulang. Itu pun biasanya harus dengan pendamping dan tidak boleh langsung beraktivitas, apalagi menyetir. Hal ini disebabkan sifat agen anestesi yang menutup kerja otak yang berhubungan dengan keseimbangan, kemampuan berpikir dan kesadaran dalam ‘menidurkan’ pasien.

Tidak semua klinik menyediakan anestesi umum untuk melakukan tindakan aborsi. Penggunaan anestesi umum mewajibkan klinik memiliki fasilitas yang memudahkan pengawasan pasien sampai masa pemulihan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014, hanya klinik utama yang diizinkan untuk melakukan anestesi umum untuk tindakan bedah kecil maupun besar.

Pusat Klinik Aborsi (Klinik Aborsi Jakarta) adalah salah satu klinik utama dengan teknologi dan fasilitas modern yang dapat memberikan Anda opsi-opsi tindakan bervariatif dan aman.