081211029060

Ada 2 jenis anestesi bius yang digunakan untuk tindakan aborsi. Yang pertama adalah anestesi lokal dan yang kedua adalah anestesi umum (total). Tentunya penggunaan jenis anestesi yang dipilih akan berpengaruh pada prosedur aborsi mulai dari persiapan sampai dengan saat tindakan.

anestesi bius lokal untuk aborsi

Kebanyakan bius lokal diadministrasi untuk terminasi (mengakhiri) kehamilan trimester pertama atau sampai dengan usia kehamilan 14 minggu dengan menggunakan vakum aspirasi. Tetapi sering juga digunakan untuk usia kehamilan diatas 14 minggu.

Sebelum tindakan, dokter anestesi atau dokter spesialis kandungan akan menyuntikkan anestesi lokal ke serviks (leher rahim), lalu memberikan obat penghilang rasa sakit melalui oral.

Lalu kenapa banyak perempuan yang memilih untuk melakukan aborsi dengan anestesi lokal?

Kelebihan Anestesi Lokal

Seperti kebanyakan tindakan bedah pada umumnya, jenis anestesi yang dipilih akan menentukan biaya operasi secara keseluruhan dan masa pemulihan. Kebanyakan pasangan memilih penggunaan anestesi lokal karena perbedaan biaya yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan anestesi umum.

Disamping itu, Masa pemulihan pasca aborsi pada anestesi lokal tidak membutuhkan waktu lama. Jika tidak ada komplikasi yang membutuhkan diagnosa atau tindakan lanjutan, pasien dapat langsung pulang setelah tindakan aborsi selesai. Dan ini semua hanya memerlukan 10 – 15 menit.

Anestesi lokal juga tidak mempengaruhi kesadaran dan bahkan beberapa pasien yang tidak ditemani oleh pasangannya dapat langsung beraktivitas tanpa halangan apapun, termasuk menyetir. Hal ini dianggap menjadi kemudahan tersendiri bagi pasien yang memiliki kesibukan padat dan ingin efek samping pasca aborsi yang seminim mungkin.

Reaksi efek samping pada anestesi berbeda pada setiap orang. Namun efek samping anestesi lokal dianggap jauh lebih rendah dibandingkan anestesi umum. Selain itu resiko komplikasi pada anestesi umum menjadi alasan pasien dalam pemilihan penggunaan anestesi lokal.

Kekurangan Anestesi Lokal

Anestesi lokal dalam tindakan aborsi dapat mengurangi rasa sakit. Bukan menghilangkan rasa sakit sepenuhnya. Pemberian dosis Lidocaine sebagai agen anestesi lokal untuk perempuan yang sehat tidak melebihi 4,5 mg untuk 1 kilogram atau 2 mg untuk 1 pon berat badan. Dengan dosis yang sudah ditentukan, tidak semua pasien merasakan efek yang sama saat tindakan. Rasa sakit yang dirasakan berbeda-beda pada setiap pasien.

Di tahun 2012, Semantic Scholar merilis skor atau penilaian rasa sakit berdasarkan penelitian terhadap 1.961 pasien aborsi dengan anestesi lokal. Dalam skor angka 0 – 100, proses meletakkan spekulum ke dalam vagina diberikan skor 31, dilatasi atau pembukaan serviks dengan skor 42, proses vakum memiliki skor rasa sakit 63, sedangkan pasca operasi diberikan skor 33.

Meski begitu tidak sedikit pasien yang bahkan tidak merasa sakit apapun selama prosedur berjalan menggunakan bius lokal.

Faktor negatif lain dari penggunaan anestesi lokal adalah resiko trauma yang dapat ditimbulkan. Efek psikologis ini biasa disebut dengan Sindrom Pasca Aborsi. Dengan anestesi lokal, pasien dapat melihat seluruh kegiatan dalam prosedur aborsi. Kurangnya konseling untuk memastikan kesehatan mental pasien dapat menyebabkan terjadinya Sindrom Pasca Aborsi.

Efek samping kecil yang dapat timbul dari anestesi lokal termasuk : sensasi denyut yang dapat hilang setelah beberapa menit.

Anestesi lokal tidak memiliki efek samping, seperti yang ada pada anestesi umum dan cenderung lebih aman jika Anda siap menerima kekurangan-kekurangannya.

Namun demi kenyamanan Anda, tindakan aborsi dengan bius total lebih disarankan bagi mereka yang memiliki rasa trauma/takut berlebihan dengan tindakan medis.

Di Pusat Klinik Aborsi Jakarta kami menjamin kebebasan pasien. Konsultasikan kondisi kesehatan dan keinginan Anda dengan dokter spesialis kandungan kami untuk mendapatkan tindakan yang paling tepat.