Pengertian Aborsi dalam Perspektif Teori Kedokteran

Posted on Updated on

Pengertian AborsiDefenisi Aborsi

Aborsi adalah penghentian kehamilan dengan alasan apapun sebelum hasil konsepsi (janin) dapat bertahan hidup diluar kandungan ibunya. Dunia kedokteran juga berpendapat bahwa janin yang lahir dan memiliki berat kurang dari 500g tidak mungkin dapat hidup diluar kandungan, janin yang memiliki berat 500g sama dengan usia kehamilan 22 minggu maka kehamilan janin dibawah 22 minggu dianggap sebagai aborsi.

Berdasarkan pengeluaran hasil konsepsi, aborsi terbagi menjadi :

a) Abortus Incompletus (aborsi tidak tuntas)

Pengeluaran hasil konsepsi sebelum usia kandungan 20 minggu diakibatkan masih adanya sisa-sisa janin yang masih tertinggal didalam rahim. Apabila sebagian janin didalam rahim sudah keluar dan masih ada sisa tertinggal, ini biasanya terjadi pada wanita yang mengkonsumsi obat penggugur kandungan atau cara menggugurkan kandungan yang alami seperti mengkonsumsi makanan tertentu. Pendarahan yang terjadi cukup banyak namun tidak fatal. Untuk pengobatan perlu dilakukan kuret secepatnya.

b) Abortus completus (aborsi tuntas)

Pengeluaran seluruh hasil konsepsi. Dengan demikian biasanya tidak memerlukan pengobatan karena seluruh janin sudah dikeluarkan.

c) Missed Abortion

Istilah ini dipakai untuk keadaan di mana hasil konsepsi yang telah mati tertahan dalam rahim selama 8 minggu atau lebih. Penderitanya biasanya tidak menderita gejala, kecuali tidak mendapat haid. Kejadian ini sering sekali terjadi dimana si perempuan tidak menyadari bahwa dia sedang hamil. Sebuah riset menunjukan bahwa 61.9% keguguran terjadi sebelum kehamilan berusia 12 minggu, dan 92,3% diantaranya terjadi tanpa sepengetahuan si ibu.

Baca : Prosedur Aborsi Dengan Vakum

Berdasarkan alasannya, aborsi terbagi menjadi 2 yaitu :

1) Spontaneous Abortion
Aborsi secara spontan atau dikenal dengan istilah keguguran adalah Aborsi yang terjadi akibat kecelakaan atau tidak disengaja dan mengakibatkan kehamilan terhenti sebelum minggu ke 22. Dengan kata lain, aborsi ini terjadi sendiri tanpa acampur tangan manusia
2) Abortus Provokatus
Aborsi yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan tertentu.

Berikut kategori alasan dari abortus provocatus :
– Abortus Therapeuticus yaitu Penghentian kehamilan demi kepentingan kesehatan dan keselamatan si ibu misalnya seperti Infeksi rahim, Prolaps uterus gravid (kehamilan di mana posisi rahim turun akibat adanya tekanan intra-abdomen)
– Abortus Eugenic
Pengguguran kandungan yang dilakukan terhadap janin yang cacat. Biasanya ini terdeteksi saat si perempuan melakukan pemeriksaan USG, dan dibutuhkan dokter yang teliti akan hal ini.
– Abortus non-therapeticus
Aborsi yang dilakukan dengan sengaja tanpa adanya indikasi medik. Biasanya alasan melakukan aborsi ini adalah karena masalah kesibukan kerja, keadaan ekonomi atau ketidaksiapan menjadi orang tua. (Aborsi ini paling banyak terjadi dan biasanya sulit mendapatkan rujukan ke rumah sakit, solusi yang paling tepat biasanya penanganan dokter di klinik).

Pengertian aborsi berdasarkan wikipedia adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

Advertisements